Assalamu'alaikum
Wr.Wb
Hari ini sudah tidak bisa dipungkiri bahwa kemajuan teknologi merupakan kebutuhan kita. Sosial Media merupakan salah satu kemajuan teknologi baik itu Facebok, Instagram, Tweeter dan lain sebagainya. Tidak jarang diantara kita rela berjam-jam memainkan akun sosial media, baik itu memposting atau sekedar menscroll postingan beranda serta postingn cerita yang dibagikan oleh teman online kita. Akan tetapi perlu bagi kita untuk lebih bijak menggunakan tawaran-tawaran yang diberikan. Jangan sampai terlena bahkan tertipu dengan apa yang kita lihat.
Akhir-akhir ini sangat trend di Intagram story tentang
fitur “Balasan Anda”. Balasan anda merupakan sebuah stiker yang dapat digunakan
di instagram story dimana nanti pengguna lain dapat menekan stiker tersebut
saat melihat story kamu dan memberikan balasan sesuai dengan tantangan yang
tertera di stiker yang dibagikan. Setiap akun pengguna yang mengikuti tantangan
akan muncul sehingga kita mengetahui siapa saja yang memberikan balasan. Berbagai
variasi topik bermunculan seperti “kumpulin orang-orang yang suka fotoin
langit, Berapa jarak umur kamu dan pasangan?. Akan tetapi ada berbagai variasi
topik yang perlu kita waspadai utamanya topik yang berpotensi mengambil data
pribadi seperti “variasi nama panggilan kamu, boleh spill profil wa kalian,
tanda tangan kamu dan lain sebagainya.
Para pelaku kejahatan di dunia maya sudah semakin cerdas
dalam melakukan misi-misinya salah satunya dengan cara mempengaruhi psikologi
kita melalui Social Engineering atau rekayasa sosial. Social engineering
merupakan manipulasi psikologi seseorang atau kelompok untuk melakukan sesuatu
agar memberikan informasi tertentu seperti data pribadi secara suka rela tanpa
paksaan, yang mana dapat merugikan dirinya sendiri. Hal ini bisa terjadi dengan
berbagai faktor seperti kondisi ngantuk, capek, marah, panik dan juga seseorang
yang tanpa sadar tidak memahami konsekuensi dari tindakan yang dilakukannya
seperti mengikuti challange atau ajakan di media sosial yang terlihat sepele
dan tidak berbahaya.
Modus kejahatan yang sangat berpotensi dalam hal ini yaitu
penipuan. Seorang Penipu dapat mengumpulkan informasi yang kita umbar sebagai
alat untuk melakukan kejahatan. Dengan memanfaatkan data pribadi kita, pelaku
bisa bereaksi seolah-olah dia mengenal kita dengan dekat. Adapun contoh modus
penipuannya yaitu “assalamu’alaikum (nama panggilan kamu). Om baru saja ganti
nomor , om habis kecopetan.kirim dulu ke no rek xxx bisa nggak? Soalnya om
nggak bisa pulang. Nanti gantinya om beliin (makanan kesukaanmu), buat anak
kamu juga si (nama anak kamu). Oh iya si (nama suamimu) sehat kan? Kalian masih
tinggal di (alamat rumahmu)? Kirim salam om juga ya ke (nama orangtuamu)?. Hanya
bermodalkan stiker pelaku sudah dapat melakukan aksinya.
Melihat dampak diatas penulis menyarankan untuk berhati-hati
dalam menggunakan sosial media, jangan terlalu muda mengumpar data pribadi
terutama jejak digital abadi. Yukk....... jaga privasi demi kemaslahatan
bersama.
Sekian, semoga bermanfaat
Wassalamu’alaikum Wr.Wb