Jumat, 26 November 2021

Waspada Bahaya Social Engineering

 

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Hari ini sudah tidak bisa dipungkiri bahwa kemajuan teknologi merupakan kebutuhan kita. Sosial Media merupakan salah satu kemajuan teknologi baik itu Facebok, Instagram, Tweeter dan lain sebagainya. Tidak jarang diantara kita rela berjam-jam memainkan akun sosial media, baik itu memposting atau sekedar menscroll postingan beranda serta postingn cerita yang dibagikan oleh teman online kita. Akan tetapi perlu bagi kita untuk lebih bijak menggunakan tawaran-tawaran yang diberikan. Jangan sampai terlena bahkan tertipu dengan apa yang kita lihat.     


Akhir-akhir ini sangat trend di Intagram story tentang fitur “Balasan Anda”. Balasan anda merupakan sebuah stiker yang dapat digunakan di instagram story dimana nanti pengguna lain dapat menekan stiker tersebut saat melihat story kamu dan memberikan balasan sesuai dengan tantangan yang tertera di stiker yang dibagikan. Setiap akun pengguna yang mengikuti tantangan akan muncul sehingga kita mengetahui siapa saja yang memberikan balasan. Berbagai variasi topik bermunculan seperti “kumpulin orang-orang yang suka fotoin langit, Berapa jarak umur kamu dan pasangan?. Akan tetapi ada berbagai variasi topik yang perlu kita waspadai utamanya topik yang berpotensi mengambil data pribadi seperti “variasi nama panggilan kamu, boleh spill profil wa kalian, tanda tangan kamu dan lain sebagainya.

Para pelaku kejahatan di dunia maya sudah semakin cerdas dalam melakukan misi-misinya salah satunya dengan cara mempengaruhi psikologi kita melalui Social Engineering atau rekayasa sosial. Social engineering merupakan manipulasi psikologi seseorang atau kelompok untuk melakukan sesuatu agar memberikan informasi tertentu seperti data pribadi secara suka rela tanpa paksaan, yang mana dapat merugikan dirinya sendiri. Hal ini bisa terjadi dengan berbagai faktor seperti kondisi ngantuk, capek, marah, panik dan juga seseorang yang tanpa sadar tidak memahami konsekuensi dari tindakan yang dilakukannya seperti mengikuti challange atau ajakan di media sosial yang terlihat sepele dan tidak berbahaya.

Modus kejahatan yang sangat berpotensi dalam hal ini yaitu penipuan. Seorang Penipu dapat mengumpulkan informasi yang kita umbar sebagai alat untuk melakukan kejahatan. Dengan memanfaatkan data pribadi kita, pelaku bisa bereaksi seolah-olah dia mengenal kita dengan dekat. Adapun contoh modus penipuannya yaitu “assalamu’alaikum (nama panggilan kamu). Om baru saja ganti nomor , om habis kecopetan.kirim dulu ke no rek xxx bisa nggak? Soalnya om nggak bisa pulang. Nanti gantinya om beliin (makanan kesukaanmu), buat anak kamu juga si (nama anak kamu). Oh iya si (nama suamimu) sehat kan? Kalian masih tinggal di (alamat rumahmu)? Kirim salam om juga ya ke (nama orangtuamu)?. Hanya bermodalkan stiker pelaku sudah dapat melakukan aksinya.

Melihat dampak diatas penulis menyarankan untuk berhati-hati dalam menggunakan sosial media, jangan terlalu muda mengumpar data pribadi terutama jejak digital abadi. Yukk....... jaga privasi demi kemaslahatan bersama.

Sekian, semoga bermanfaat

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MAHASISWA MODERAT SAAT INI DAN MASA YANG AKAN DATANG DALAM NARASI KONTRA EKTREMISME

  MAHASISWA MODERAT SAAT INI DAN MASA YANG AKAN DATANG DALAM NARASI KONTRA EKTREMISME Oleh: Elida Sari Harahap Peserta DIKLATPIMNAS II Tah...